Konsep Pemasaran Global, Kekuatan yang Mendorong dan Menghambat, Orientasi Manajemen, dan Bisnis Internasional.
KONSEP
PEMASARAN UNIVERSAL
Pada dasarnya konsep pemasaran merupakan suatu disiplin universal artinya disiplin pemasaran dapat diterapkan dimanapun juga. Dasar dari keberhasilan program pemasaran global adalah pemahaman yang mendalam akan disiplin pemasaran. Konsep pemasaran telah berkembang dari konsep semula, yang memfokuskan pemasaran pada produk dan pada membuat produk yang ‘lebih baik’, dengan ‘lebih baik’ itu didasarkan pada standar dan nilai internal. Tujuannya adalah laba dan cara mencapainya adalah menjual atau membujuk pelanggan potensial untuk membelinya.
§ Konsep Baru Pemasaran dan “4 P”
Konsep
baru dari pemasaran muncul kira-kira tahun 1960, mengalihkan fokus pemasaran
dari produk ke pelanggan. Tujuannya masih tetap laba, tetapi cara mencapainya
menjadi lebih luas termasuk seluruh bauran pemasaran (marketing mix), atau “4
P” seperti yang dikenal secara luas : “produk (product), harga (price), promosi
(promotion) and saluran distribusi (place).
§ Konsep Strategis Pemasaran
Tahun
1990 jelas bahwa konsep ‘baru’ dari pemasaran sudah ketinggalan zaman. Sekarang
zamannya konsep strategis pemasaran. Konsep strategis pemasaran merupakan suatu
perkembangan yang besar dalam sejarah pemikiran pemasaran, mengubah fokus
pemasaran dari pelanggan atau produk ke pelanggan dalam konteks lingkungan
eksternal yang lebih luas. Mengetahui segala sesuatu mengenai pelanggan saja
sudah tidak memadai. Agar berhasil, pemasar harus mengetahui pelanggan dalam
konteks termasuk persaingan, kebijakan dan peraturan pemerintah serta
kekuatan-kekuatan makro, ekonomi, social dan politik yang lebih luas, yang membentuk
perkembangan pasar. Dalam pemasaran global hal ini mungkin berarti
bekerjasama erat dengan perundingan perdagangan pemerintah negara
sendiri dan pejabat yang lain serta pesaing industri agar dapat mengakses pasar
negara sasaran
§ Perubahan revolusioner lainnya dalam
pergeseran ke konsep strategis pemasaran adalah
Ø Dalam hal tujuan pemasaran,
yaitu dari laba menjadi keuntungan pihak yang berkepentingan. Pihak
yang berkepentingan adalah individu atau kelompok yang mempunyai kepentingan
dalam kegiatan sebuah perusahaan. Tercakup dalam kategori ini adalah karyawan
da manajemen, pelanggan, masyarakat dan pemerintah.
Ø Ada pengakuan yang semakin luas bahwa laba
sebenarnya merupakan imbalan dari kinerja (didefinisikan sebagai memuaskan
pelanggan dengan cara yang bertanggungjawab atau cara yang dapat diterima
masyarakat).
Ø Cara yang dipakai konsep strategis dalam
menghasilkan laba adalah manajemen strategis, yang memadukan pemasaran dengan
fungsi manajemen yang lain.
Ø Salah satu tugas dari manajemen strategis
adalah menghasilkan laba, yang dapat menjadi sumber dana untuk investasi dalam
bisnis dan untuk memberikan penghargaan pihak yang berkepentingan dan
manajemen.
§ Aktivitas pemasaran disebut “4 P”,yaitu :
1. produk (product)
2. harga (price)
3. promosi (promotion)
4. saluran distribusi (place).
Hal
itu dapat diperluas lagi menjadi “5 P” dengan tambahan riset (probe).
§ Tiga Prinsip Pemasaran.
Inti
dari pemasaran dapat diringkas dalam 3 prinsip dasar. Prinsip-prinsip tersebut
adalah :
1.
Mengidentifikasi tujuan dan tugas pemasaran
2.
Kenyataaan persaingan dari pemasaran
3.
Bagaimana cara utama untuk mencapai 2 prinsip pertama (identifikasi &
tugas)
PEMASARAN
DOMESTIK KE PEMASARAN GLOBAL
a) Pemasaran
Domestik
Pemasaran
yang secara nyata ditujukan pada pasar dalam negeri disebut pemasaran domestik.
Perusahaan domestik secara sadar atau tidak sadar memfokuskan pada pasar
domestik dan menghindari tantangan belajar cara memasarkan ke luar negeri.
Orientasi mereka adalah bersifat “ETHNO CENTRIC”, yaitu bahwa sifat pasar atau
Konsumen dimanapun akan sama , sehingga manajemen memandang pasar Domestik
padat dengan peluang yang jauh lebih aman
b) Pemasaran
Ekspor
Pemasaran
ekspor adalah tahap pertama untuk menanggapi kesempatan pasar di luar
negeri. Pemasar ekspor menjadikan pasar di luar negeri sebagai
sasaran dan menggantungkan diri pada produksi dalam negeri untuk memasok pasar
ini. Fokus dalam tahap ini adalah memanfaatkan produk dan pengalaman dalam
negeri. Pemasar ekspor yang handal akan memperlajari pasar sasaran
dan mengubah produknya agar sesuai dengan kebutuhan spesifik dari pelanggan di
setiap negara.
c) Pemasaran
Internasional
Pemasaran
internasional bertindak lebih jauh lagi dari pemasar ekspor dan menjadi lebih
terlibat dalam lingkungan pemasaran di dalam negeri.Pemasar internasional tidak
terlalu menggantungkan diri pada perantara. Mereka lebih berminat
untuk mendirikan perwakilan langsung untuk mengkoordinasikan usaha pemasaran di
pasar sasaran. Dengan anak perusahaan disebuah negara, pemasar internasional
menciptakan organisasi internal yang memfokuskan pada pemanfaatan produk dan
kompetensi perusahaan tersebut di negara tadi.
d) Pemasaran
Multinasional
Mulai
dengan memfokuskan pada memanfaatkan pengalaman dan produk perusahaan.Karena
difokuskan pada tugas ini, perusahaan menyadari perbedaan dan
keunikan lingkungan dalam negara tersebut.Kemudian melakukan adaptasi pemasaran
perusahaan pada kebutuhan dan keinginan yang unik dari
pelanggan pada negara tsb. Organisasi pemasaran multinasional
akan mengembangkan program komunikasi yang unik untuk pasarnya.
e) Pemasaran
Global
Memfokuskan
pada pemanfaatan asset, pengalaman dan produk yang secara global dan melakukan
penyesuaian pada apa yang benar-benar unik dan berbeda dalam setiap negara.
Perusahaan global akan membedakan antara universal dengan global & antara
spesifik dengan unik.
KEKUATAN
YANG MENDORONG DAN MENGHAMBAH PEMASARAN GLOBAL
Pertumbuhan
ekonomi global yang mengesankan dalam 50 tahun terakhir telah terjadi karena
keseimbangan kekuatan yg mendorong dan menghambat yang telah bergeser secara
signifikan ke arah kekuatan mendorong.
A. Kekuatan
Yang Mendorong.
Merupakan
kekuatan yang memberikan kontribusi pada pertumbuhan bisnis internasional
Kebutuhan
Pasar. Kebanyakan pasar global tidak terjadi secara alami. Pasar
seperti itu harus diciptakan dengan usaha pemasaran.
Teknologi.
Menurut prof. Theodore Levitt dari Harvard Business School, mengatakan : “ada
kekuatan yang amat besar yang mendorong dunia ke arah menyatunya hal-hal yang
sudah umum, kekuatan tersebut adalah “Teknologi”. Teknologi menyederhanakan
komunikasi, transportasi dan perjalanan. Teknologi membuat tempat terpencil dan
orang miskin mempunyai hasrat akan pesona modernisasi. Teknologi
merupakan factor universal, seragam, konsisten yang melintasi batas-batas
bangsa dan budaya.
Biaya.
Keseragaman dapat menurunkan biaya riset, rekayasa, desain, kreatif dan
produksi di semua fungsi bisnis, dari rekayasa dan pembuatan sampai pemasaran
dan administrasi. Tekanan untuk globalisasi lebih kuat kalau produk baru
melibatkan investasi besar dan pengembangan jangka panjang. (biaya besar dan
lama).
Mutu.
Volume global menghasilkan penerimaan yang lebih besar dan margin operasi yang
lebih besar untuk mendukung mutu desain dan pembuatan. Sebuah perusahaan global
dan lokal mungkin masing-masing mengeluarkan 5 persen untuk riset dan
pengembangan, tetapi perusahaan global mungkin mempunyai pendapatan 10 kali
lebih besar dari perusahaan lokal.
Komunikasi
dan Transportasi. Revolusi informasi memberikan kontribusi pada berkembangnya
pemasaran global. Setiap orang menginginkan perwujudan produk yang terbaik, paling
mutakhir dan paling modern.
Daya
Tuas. Salah satu kelebihan perusahaan global adalah kesempatan untuk
mengembangkan daya tuas yang dimilikinya karena perusahaan itu beroperasi
secara stimultan di lebih dari satu pasar nasional. Perusahaan global dapat
mengembangkan 5 tipe daya tuas, yaitu :
Transfer
Pengalaman. Perusahaan global dapat memperoleh pengalaman di pasar manapun di
dunia. Pengalaman ini dapt diperoleh dari : strategi, produk,
imbauan iklan, praktik manajemen penjualan, ide promosi dan lainnya yang telah
diuji di pasar sebenarnya dan menerapkannya di pasar lain yang sebanding
dengannya.
Transfer
Sistem. Perusahaan global dapat memperhalus perencanaan, analisis, kendali
riset, dan system lainnya serta menerapkan penghalusan tadi di seluruh dunia.
Penghematan
Skala. Dalam bidang manufaktur, perusahaan global dapat mengambil keuntungan
dari besarnya volume untuk memperoleh keuntungan skala pabrik tunggal
tradisional dan dapat juga menggabungkan menjadi komponen produk jadi yang
dibuat dalam pabrik secara efisien di negara lain
Pendayagunaan
Sumber Daya. Kekuatan utama perusahaan global adalah kemampuannya untuk
meneropong ke seluruh dunia untuk mencari orang, uang dan bahan-bahan (seperti
lahan, tenaga kerja & modal). Perusahan global tidak berpengaruh
terhadap naik turunnya mata uang.
Strategi
Global. Keuntungan paling besar dari perusahaan global adalah
strategi global. Strategi global didasarkan pada peneropongan lingkungan bisnis
dunia untuk mengidentifikasi kesempatan, ancaman, kecenderungan dan sumber
daya. Strategi global adalah rancangan untuk menciptakan penawaran yang
berhasil dalam skala dunia.
B. Kekuatan
Yang Menghambat.
Perbedaan
Pasar. Dalam setiap kategori produk, perbedaan masih cukup banyak di antara
batas negara dan budaya yang memerlukan adaptasi paling sedikit dari bauran
pemasaran. Perusahaan yang mengabaikan perbedaan ini dan yang telah mencoba
strategi merek dagang global tanpa memikirkan perbedaan ini akan menghadapi
kegagalan
Sejarah.
Bahkan sekalipun produknya sendiri merupakan calon yang baik untuk globalisasi,
sejarah merek dagang mungkin masih memerlukan strategi pemasaran yang khusus
dan berbeda, serta di setiap negara perlu penentuan posisi sendiri.
Budaya
Organisasi. Sebuah contoh dari kecadokan manajemen adalah perusahaan yang tidak
mempertahankan kepemimpinan dalam menciptakan nilai pelanggan ketika memperluas
wilayah geografi. Sebuah perusahaan yang melihat ke belakang tidak memperluas
wilayahnya secara geografis.
Kendali
nasional atau Hambatan untuk masuk suatu Negara. Dalam perusahaan dengan
manajemen anak perusahaan mengetahui semuanya, tidak ada lagi ruang untuk visi
dari puncak. Perusahaan global yang sukses adalah pemasar yang telah belajar
cara memadukan visi global dan perspektif dengan inisiatif dan masukan pasar
lokal
KEKUATAN
YANG MENDASARI BISNIS INTERNASIONAL
1. Orientasi
Manajemen
Orientasi
adalah asusmsi atau keyakinan, yang seringkali tidak disadari, mengenai sifat
dunia ini. Ada 3 orientasi dasar yang menjadi pedoman pekerjaan eksekutif
internasional; etnosentris, polisentris, dan geosentris. Konsep ini kemudian
dikembangkan dengan memasukan orientasi regional dan menjadi skema EPRG
(etnosentrisme, Polisentrisme, regiontrisme, geosentrisme).
2. Kerangka
Kerja Moneter Internasional
Pertumbuhan
yang cepat dari perdagangan dan investasi dalam era pasca perang dunia II telah
menciptakan kebutuhan likuiditas internasional yang semakin mendesak untuk
mempermudah pertukaran barang dan jasa antar negara. Dengan adanya kerangka
kerja moneter internasional yang memadai memungkinkan perusahaan untuk
membiayai perdagangan dan investasi global, dan untuk meneruskan usaha
pemasaran global mereka.
3. Sistem
Perdagangan Dunia
Sistem perdagangan dunia pasca perang dunia II disusun dengan
keinginan umum menghindari kembalinya praktik perdangangan terbatas dan
diskriminatoris seperti yang terjadi pada tahun 1920-an. Ada komitmen untuk
menciptakan dunia bebas yang memungkinkan arus barang dan jasa secara bebas
antar negara. Sistem yang muncul dari komitmen ini termasuk General Agreement
on Tarrifs and Trade (GATT), yang menyediakan kerangka kerja institusional dan
satu rangkaian yang terdri dari empat peraturan dan prinsip dalam usaha yang
membebaskan perdagangan.
4. Perdamaian
Global
Sejak
tahun 1945 dunia masih terbebas dari konflik besar dunia seperti yang menandai
paruh pertama abad ini. Walaupun kondisi ini tidak sepenuhnya damai, tetapi
keadaan ini menyediakan dasar yang relatif stabil untuk perekonomian yang sehat
dan cepat.
5. Pertumbuhan
Ekonomi Domestik
Jadi
ada dua alasan mengapa pertumbuhan ekonomi menjadi kekuatan yang mendasari
perluasan ekonomi internasional. Pertama, pertumbuhan telah menciptakan
kesempatan pasar. Adanya kesempatan pasar menjadi faktor pendorong perusahaan
untuk memperluas jangkauannya ke pasar internasional. Kedua, pertumbuhan ekonomi
telah mengurangi penolakan, yang mungkin telah berkembang, sebagai respons
terhadap masuknya perusahaan asing ke dalam ekonomi domestik.
6. Teknologi
Komunikasi dan Transportasi
Hambatan
waktu dan biaya akibat jarak telah jauh berkurang dalam 100 tahun terakhir.
Meningkatnya kecepatan dan kapasitas komunikasi berbiaya rendah merupakan
kekuatan utama untuk mempermudah perluasan bisnis internasional.
7. Korporasi
Global
Korporasi
global, atau perusahaan apapun yang mempunyai tujuan bisnis global dengan
menghubungkan sumber daya dunia dengan kesempatan pasar dunia, adalah
organisasi yang telah bereaksi terhadap kekuatan yang mendorong, menghambat,
dan melandasi di dunia.
KONSEP
KUNCI PERENCANAAN PEMASARAN GLOBAL
Ada
6 konsep kunci yang memberi dukungan ke arah pemahaman yang lebih baik mengenai
kesempatan dan tantangan dari pemasaran global. Konsep tersebut adalah
strategi, perusahaan di Dunia, Pengelompokkan, segmentasi dan target pemasaran,
kepekaan lingkungan, pengaruh yang mempersatukan dan membedakan, daur hidup
produk/pasar, model daur perdagangan produk
1. Strategi.
Strategi
telah didefinisikan sebagai respon yang dipertimbangkan dari sebuah organisasi pada
kenyataan dari organisasi pihak yang berkepentingan dan kenyataan dari
lingkungan bisnis. Dibawh ini menyajikan sebuah kerangka kerja konseptual untuk
perumusan strategi. Kerangka kerja ini mengidentifikasi 3 dimensi strategi
yaitu lingkungan eksternal perusahaan, organisasi atau lingkungan internal
perusahaan dan nilai serta aspirasi dari pihak yang berkepentingan.
Dimensi
yang ke-1 adalah Lingkungan Eksternal Perusahaan. Proses perencanaan strategi
memerlukan penilaian fakta dan asumsi yang menyangkut lingkungan eksternal
perusahaan. Penilaian ini di seputar dimensi makro faktor-faktor ekonomi,
sosialbudaya, politik dan teknologi; disamping juga faktor-faktor mikro dari
pasar, biaya, pesaing, pelanggan dan pemerintah. Penilaian ini harus
mencakup seluruh dunia dan tidak boleh ada pesaing, pasar, pelanggan, atau
kecendrungan yang signifikan sampai terlewatkan. Sehingga penilaian ini harus
bersifat Global, bukan nasional atau regionaL.
Dimensi
strategi ke-2 adalah Organisasi. Proses strategis memerlukan identifikasi
asumsi kunci mengenai organisasi, terutama kekuatan dan kelemahannya.
Dimensi
startegi ke-3 adalah Nilai Pihak yang Berkepentingan. Pihak yang berkepentingan
adalah orang atau kelompok yang mempunyai minat dalam hasil dari kegiatan
organisasi, yaitu termasuk pemegang saham, manajer, karyawan pelanggan, anggota
masyarakat, Negara dimana perusahaan beroperasi, dan lainnya. Karena pihak yang
berkepentingan seringkali mempunyai nilai dan minat yang bertentangan,
menyelesaikan masalah ini merupakan tugas manajemen, yang memerlukan
ketrampilan dan bakat berpolitik.
2. Perusahaan
di Dunia.
Beberapa
aspek pemasaran global memiliki perbedaan dari pemasaran domestik. Perusahaan
itu ada dalam dunia yang berisi lebih dari 180 negara. Masing-masing Negara
tadi memiliki beberapa persamaan dan perbedaan dengan Negara lain. Walaupun
setiap Negara dan territorial pada dasarnya unik, analisis statistic dari
dimensi lingkungan utama maupun penilaian manajerial setuju bahwa kiat boleh
mengelompokkan beberapa Negara, yang sebenarnya mempunyai lingkungan pasar yang
berbeda, agar persamaan dalam yang ada dalam kelompok dan perbedaan antar
kelompok menjadi jelas.
3. Pengelompokkan,
Segmentasi dan Target Pemasaran
Karakteristik
pasar nasional di seluruh dunia berbeda cukup besar dalam banyak dimensi kunci.
Karakteristik
pasar lain yang penting adalah ukuran luasnya. Geografi adalah criteria
pengelompokan dengan makna yang besar. Negara yang saling berdekatan mempunyai
beberapa persamaan. Jadi kita mempunyai pasar Amerika Utara, pasar Eropa, dan
pasar kawasan Pasifik.
Bahasa
dan budaya adalah karakteristik lain yang membedakan pasar. Dalam industri
media, hal ini amat signifikan. Dunia dibagi-bagi ke dalam kelompok atau segmen
bahasa : Mandarin, Inggris, Spanyol, dan lainnya. Berbagai Negara dapat
dikelompokkan ke dalam segmen bahasa dan budaya yang melintasi batas geografi,
pendapatan dan ukuran
4. Kepekaan
Lingkungan
Suatu
cara yang paling berguna utk melihat produk secara internasional adalah
menempatkannya dalam rangkaian kepekaan lingkungan. Di salah satu ujung dari
rangkaian terletak produk yang tidak peka terhadap lingkungan, yang tidak
memerlukan penyesuaian besar terhadap lingkungan ekonomi dan sosial dari pasar
di seluruh dunia. Di ujung yang lain dari rangkaian tadi terletak produk yang
amat sensitif pada perbedaan dalam faktor ekonomi, sosialbudaya, fisik, dan
pemerintah di pasar dunia.
5. Pengaruh
yang mempersatukan dan membedakan
Aspek
unik mempunyai pengaruh yang membedakan; aspek serupa memberikan pengaruh yang
menyatukan. Apabila analisis sebuah pasar hanya memfokuskan pada aspek
yang unik atau yang serupa, hsilnya adalah analisis sepihak, akhirnya program
pemasaran yang dikembangkan akan terlalu standar atau terlalu berbeda Daur
Hidup Produk/Pasar Konsep DHP terbentuk dengan baik dalam pemasaran.
Pengertian
umum DHP adalah bahwa suatu produk mempunyai karakteristik atau kehidupan
normal dengan urutan awal atau kelahiran dan pertumbuhan cepat (tahap
pertumbuhan), diikuti dengan pertumbuhan yang kecepatannya menurun, tidak ada
pertumbuhan, penurunan dan akhirnya , untuk melengkapi metafora, mati. Daur
hidup pasar adalah konsep yang berkaitan. Pasar ada tahap awalnya, tahap pertumbuhan,
kedewasaan dan penurunan. Sebuah perusahaan yang berkecimpung dalam pemasaran
global akan mengetahui bahwa tidak semua pasar berada pada tahap perkembangan
yang sama.. Perusahaan perlu mengetahui tahap perkembangan pasar dan
menyesuaikan strategi pemasaran untuk produkny dengan tahap tersebut. Misalnya
: produk yang sama mungkin berbeda dalam posisi dewasa di sebuah Negara dan
pada tahap pertumbuhan di Negara lain. Sehingga strategi pemasaran
yang memadai untuk produk tersebut akan berbeda untuk setiap pasarnya
(negaranya).
TAHAP-TAHAP
PENGEMBANGAN KORPORASI TRANSNASIONAL : TIPOLOGI DINAMIS
Ada
5 tahap dalam evolusi perusahaan transnasional, yaitu : Domestik,
Internasional, Multinasional, Global dan Transnasional. Tahap ini menggambarkan
perbedaan signifikan dalam strategi, cara memandang dunia, orientasi dan
praktek perusahaan yang berkecimpung di lebih dari satu Negara. Salah satu
perbedaan kunci dalam perusahaan di berbagai tahap ini adalah orientasi mereka.
Tahap
ke-1 : Domestik
Perusahaan
tahap 1 adalah domestic dalam hal focus, visi dan operasinya. Orientasinya
adalah etnosentris. Perusahaan ini memfokuskan pada pasar, pemasok dan pesaing
domestik. Pengamatan lingkungannya pada lingkungan domestik, yang
sudah dikenal dan dari Negara sendiri. Moto yang tidak disadari dari perusahaan
: “Bila tidak terjadi di negara ini, hal itu tidak akan terjadi”.
Perusahaan tahap 1 yang sedang tumbuh, kalau sudah mencapai batas pertumbuhan
dalam pasar primer, akan melakukan variasi memasuki pasar, produk, dan
teknologi baru, bukan lagi memfokuskan pada peneterasi pasar internasional
Tahap
ke-2 : Internasional
Perusahaan
tahap 2 memperluas pemasaran, prabrik, dan kegiatan lain di luar negari.
Perusahaan tersebut memburu kesempatan bisnis di luar negeri, walaupun begitu
masih tetap etnosentris, atau berorientasi dalam negeri, dalam orientasi
dasarnya. Tanda dari perusahaan tahap 2 adalah keyakinan bahwa cara-cara
melakukan bisnis, orang, kebiasaan, nilai-nilai, dan produk negeri sendiri
lebih unggul dibandingkan dengan yang ada dimanapun di dunia. Fokusnya dari
perusahaan tahap 2 adalah tetap pada pasar dalam negeri. Tahap 2 merupakan awal
dari tahap 4 :”Global”. Kalau perusahaan memutuskan untuk memasuki pasar
internasional, masuk akal ditahap awal untuk memperluas bisnis dan bauran
pemasaran (4P) seluas mungkin sehingga mereka dapat memusatkan belajar mengenai
cara melakukan bisnis di Negara asing.
Tahap
ke-3 : Multinasional
Pada
waktunya, perusahaan tahap 2 akan menemukan bahwa perbedaan dalam pasar di
seluruh dunia menuntut adaptasi dari bauran pemasaran agar dapat sukses. Kalau
perusahaan sudah memutuskan untuk memberikan respon pada perbedaan pasar,
perusahaan itu beranjak menjadi perusahaan tahap 3 Multinasional yang mengejar
strategi multidomestik. Fokus dari perusahaan tahap 3 adalah multinasional atau
dalam istilah strategi disebut multidomestik (artinya perusahaan itu merumuskan
strategi yang unik untuk setiap Negara tempat perusahaan itu melakukan bisnis).
Orientasi dari perusahaan ini bergeser dari etnosentris menjadi polisentris.
Orientasi polisentris adalah asumsi bahwa pasar dan cara melakukan bisnis di
seluruh dunia demikian unik, sehingga satu-satunya cara agar sukses secara
internsional adalah melakukan penyesuaian pada aspek yang berbeda dari setiap
pasar nasional Strategi pemasaran tahap 3 adalah menyesuaikan bauran pemasaran
domestic agar cocok dengan pilihan dan kebiasaan asing
Contohnya
: Philips dari Belanda (1960)
Tahap
ke-4 : Global
Perusahaan
tahap 4 membuat ancangan strategi yang cukup besar dari tahap 3 multinasional.
Perusahaan
pasti punya strategi pemasaran global atau strategi menemukan pemasok global,
tetapi tidak pernah kedua-duanya. Perusahaan itu akan memfokuskan pada pasar
dan sumber daya global dari dalam negeri atau salah satu Negara lain untuk
memasok pasar ini atau akan memfokuskan pada pasar domestik dan sumber daya
dari dunia untuk memasok saluran distribusi domestic. Contohnya
: Harley Davidson dan Gap. Harley. Strategi perusahaan global tahap
4 adalah memenangkan strategi bila sebuah perusahaan dapat menciptakan
keunggulan bersaing dengan membatasi globalisasi dari rantai nilai.
Tahap
ke-5 : Transnasional
Perusahaan
pada tahap 5 ini jauh lebih canggih daripada sekedar sebuah perusahaan dengan
penjualan, investasi dan opeasi di banyak Negara. Perusahaan semakin lama
semakin mendominasi pasar dan industri di seluruh dunia ini adalah sebuah
perusahaan dunia terpada yang menghubungkan sumberdaya global dengan pasar
global dan membuat laba. Tidak ada contoh perusahaan transnasiona yang ‘murni’,
tetapi jumlah perusahaan, yang memperlihatkan banyak karakteristik dan beberapa
lagi sebagaian besar karakteristik perusahaan global bertambah banyak.
Perusahaan tahap ini orientasinya geosentris. Perusahaan ini mengakui adanya
persamaan dan perbedaan, serta mengadopsi pandangan dunia. Perusahaan tsb
berfikir global dan bertindak lokal. Perusahaan mengadopsi strategi global yang
memungkinkannya untuk meminimalkan penyesuaian di berbagai Negara yang
benar-benar menambah nilai bagi pelanggan di Negara itu. Perusahaan
tsb melakukan penyesuaian hanya bila menambah nilai yang ditawarkan.
Pengetahuan dalam transnasional diciptakan oleh seluruh fungsi di semua lokasi
dan dikembangkan bersama serta disebarkan ke seluruh dunia.
Menyaring
Atau Mengumpulkan Informasi
Perusahaan
tahap 5 secara cermat mengamati adanya kesempatan dan ancaman di seluruh dunia.
Ini adalah dimensi kritis perusahaan transnasional dan dimensi prestasi kerja
yang dapat dicapai oleh perusahaan apapun. Pengetahuan mengenai perkembangan
pasar dan persaingan serta mengenai kecendrungan ekonomi, budaya, politik, dan
teknologi penting secara strategis, untuk alas an menyerang maupun bertahan
Visi
Dan Aspirasi
Perusahaan
tahap 5 pasti tidak puas untuk berfikir dalam arti beroperasi dalam lingkungan
satu Negara atau satu regional saja. Perusahaan ini menerima kebenaran yang ada
di balik moto :”Tumbuh atau Mati”. Aspirasinya bersifat global : pasar global,
pelanggan global, dan kemampuan untuk tetap menonjol dengan posisi bersaing
langsung terhadap pesaing global yang lain.
http://diajenganindita.blogspot.com/2019/11/konsep-pemasaran-universal-pada.html